![]() |
| Foto bersama |
Ternate — Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Maluku Utara menggelar kegiatan bedah buku berjudul Rekam Jejak Menuju Perubahan PMII karya Idhar Man Moti sebagai ruang refleksi perjalanan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia di Kota Ternate.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah tokoh dan kader PMII, di antaranya Sahabat Hamid Usman selaku pendiri PMII Ternate, Sahabat Asrul Gailea, Sahabat Kifli Sahlan Ketua Bawaslu Kota Ternate, serta sahabat - sahabat PMII.
Forum bedah buku berlangsung, Jumat 15 Mei 2026, di Rotasi Kafe Ternate, dengan penuh semangat intelektual dan menjadi wadah menuangkan gagasan terkait dinamika, sejarah, dan arah perubahan PMII ke depan. Para peserta memberikan apresiasi terhadap karya tersebut karena dinilai menjadi bagian penting dalam mendokumentasikan proses perjalanan organisasi.
Dalam sambutannya, Ketua IKA PMII Maluku Utara Muhajirin menegaskan bahwa refleksi terhadap perjalanan PMII tidak boleh berhenti pada satu karya atau satu sudut pandang semata.
Menurutnya, dinamika organisasi harus terus ditulis dan dikembangkan dari berbagai aspek oleh kader PMII di semua tingkatan.
“Gagasan ini tidak boleh berhenti. Harus ada dinamika lain yang terus ditulis dari berbagai aspek oleh sahabat dan sahabati PMII PKC, PC, komisariat hingga rayon,” ujarnya.
Gus Jir sapaan akrab, Muhajirin Bailussy menyatakan komitmen untuk terus mendukung kegiatan intelektual, kaderisasi, dan pengembangan organisasi demi kemajuan PMII di Maluku Utara.
“IKA PMII akan memfasilitasi dan mendukung kegiatan sahabat-sahabat untuk kepentingan dan kemajuan PMII,” tandas Ketua Komisi 4 Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara.
Selain itu, IKA PMII juga berencana menggelar Sekolah Pergerakan sebagai wadah untuk merekonstruksi eksistensi dan ideologi PMII di tengah perkembangan zaman.
“Kita ingin terus berdialektika dan merekonstruksi eksistensi serta ideologi PMII sebagai bagian dari Nahdlatul Ulama yang harus terus ditunjukkan oleh kader PMII,” tegasnya.
Kegiatan bedah buku tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan antara alumni dan kader aktif PMII sekaligus menjaga tradisi intelektual organisasi agar tetap hidup dan berkembang. (Red/tim)
