![]() |
| Foto istimewa |
Tangerang Selatan – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA). Paper ilmiah berjudul "Critical Discourse Analysis of Digital Corruption Narratives and Local Government Auditing in Indonesia (Analisis Wacana Kritis Narasi Korupsi Digital dan Audit Pemerintah Daerah di Indonesia)" karya Anisa Nur Fatimah, Firyal Zulkarnain, Farhana Jasmine, dan Dr. Muhammad Aras Prabowo, S.E., M.Ak. memperoleh apresiasi dari Guru Besar Akuntansi Sektor Publik (ASP) dalam ajang International Call for Paper Forum Dosen Akuntansi Publik (FDAP) 2026 yang diselenggarakan Universitas Terbuka.
Kegiatan internasional tersebut menghadirkan 59 paper dari akademisi dan mahasiswa dalam maupun luar negeri yang dipresentasikan secara luring di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC) dan daring melalui Zoom Meeting. Forum ini menjadi ruang kolaborasi akademik untuk memperkuat budaya riset, publikasi ilmiah, dan penguatan akuntabilitas publik di tingkat nasional maupun internasional.
Paper mahasiswa UNUSIA mengangkat isu aktual mengenai konstruksi narasi korupsi digital dan audit pemerintah daerah melalui pendekatan Critical Discourse Analysis (CDA) Norman Fairclough. Penelitian tersebut menemukan bahwa digitalisasi pemerintahan tidak secara otomatis menghilangkan praktik korupsi, tetapi justru mengubah pola, aktor, dan mekanisme korupsi melalui pemanfaatan teknologi informasi. Selain itu, efektivitas audit pemerintah daerah masih dipengaruhi oleh dinamika politik, kapasitas birokrasi, dan tingkat kematangan digital pemerintah daerah.
Reviewer sekaligus Guru Besar Akuntansi Sektor Publik (ASP) Prof. Dr. Dian Anita Nuswantara, S.E., M.Si., Ak., memberikan apresiasi terhadap kualitas karya ilmiah tersebut.
"Dari judul, substansi, dan teori yang digunakan sudah sangat baik. Namun, bagian teknik purposive sampling perlu dijelaskan lebih rinci agar metodologi penelitian semakin kuat dan mudah dipahami pembaca."
Ketua Umum Forum Dosen Akuntansi Publik (FDAP) sekaligus Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam forum ilmiah internasional merupakan indikator tumbuhnya budaya akademik yang sehat.
"FDAP terus mendorong mahasiswa menjadi bagian dari ekosistem riset sejak dini. Kehadiran mahasiswa UNUSIA dalam forum internasional menunjukkan bahwa regenerasi akademisi Indonesia berjalan ke arah yang positif melalui penelitian yang kritis, relevan, dan berorientasi pada penyelesaian persoalan publik."
Dosen pendamping sekaligus Sekretaris Program Studi Akuntansi UNUSIA, Habsyah Fitri Aryani, S.E., M.Ak., menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil pembinaan riset yang dilakukan secara berkelanjutan.
"Kami ingin membangun budaya akademik yang tidak berhenti di ruang kelas. Mahasiswa kami didorong untuk berani meneliti, menulis, mempresentasikan hasil penelitian, serta menerima kritik akademik dari para profesor sebagai bagian dari proses menjadi peneliti yang unggul dan berintegritas."
Salah satu penulis, Anisa Nur Fatimah, mengaku bangga dapat mempresentasikan hasil penelitian dalam forum akademik internasional.
"Mempresentasikan paper di hadapan para profesor dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi menjadi pengalaman yang sangat berharga. Masukan dari reviewer membuat kami memahami bagaimana meningkatkan kualitas penelitian agar lebih kuat secara metodologis maupun substansi."
Sementara itu, Firyal Zulkarnain, yang bertindak sebagai presenter dalam sesi International Call for Paper, mengatakan pengalaman tersebut memberikan pelajaran berharga tentang komunikasi ilmiah.
"Menjadi presenter pada forum internasional merupakan pengalaman yang sangat berharga. Saya belajar mempertanggungjawabkan hasil penelitian di hadapan profesor dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi, sekaligus menerima masukan yang sangat konstruktif untuk penyempurnaan penelitian kami. Pengalaman ini semakin memotivasi saya untuk terus meneliti dan menghasilkan karya ilmiah yang relevan dengan persoalan akuntabilitas publik di Indonesia."
Mewakili tim penulis, Farhana Jasmine menambahkan bahwa kegiatan tersebut semakin memperkuat semangat mahasiswa untuk terus berkarya.
"Forum ini membuktikan bahwa mahasiswa juga mampu berkontribusi dalam pengembangan ilmu akuntansi. Kami berharap semakin banyak mahasiswa UNUSIA yang berani meneliti, menulis, dan tampil di forum ilmiah internasional sehingga mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan tata kelola dan akuntabilitas publik."
Keikutsertaan mahasiswa Akuntansi UNUSIA dalam forum internasional tersebut semakin menegaskan komitmen Program Studi Akuntansi FEB UNUSIA dalam membangun budaya riset, publikasi ilmiah, dan kolaborasi global sejak di bangku kuliah. Capaian ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas serta memperkuat reputasi akademik UNUSIA di tingkat nasional maupun internasional. (Red/tim)
