![]() |
| foto istimewah |
Akhirnya kita telah bicara di pusaran kata paling intim dan lagi aku tak bisa berbuat apa apa. Wanita yang ku temui dua Tahun lalu bersuara Penuh dengan hati-hati tapi berarti, aku harus habis di kata-kata, Sebab ia butuh bukti, bukan janji lagi, dan terjadi lagi kita berdebat di substansi.
Untuk cinta ku di usia yang sebagian orang harus sudah membina mahligai, aku masih berkutat dengan janji, seperti matahari Yang akan pergi di batas cakrawala yang menjadi rintih bahkan bisa berujung sepi. Ahh taiiiiiii
Semua perjuangan ini butuh "doi", bukan doa
Perjuangan ini butuh bukti bukan bakti, kalau begitu apakah aku dan kamu akan menjadi orang lain lagi. Sungguh aku bosan dengan semua ini yang tiap kali jalan itu terbuka aku harus berurusan dengan hati selalu saja ada sakit meringngi tersisi.
Sebagai laki laki paling yang siap di uji, aku percaya kita adalah hamba yang perlu untuk selalu di berikan sabar biar terus mengerti apa itu mensyukuri, sebagai perempuan kamu akan terus menanti, aku takut kamu sakit lagi seperti yang pernah aku alami di sepuluh tahun silam dan kita mengakhiri dengan tidak sedap hati.
Manis ku, bisahkan kita bicara dari hati ke hati lagi, aku cuma ingin kita saling memahami, biar tak ada lagi perih yang kita selipkan di rongga jantung hati. Manis ku jika kita saling yakin mari genggam tangan ini dan bersiaplah mengarungi.
Penulis_Tepi
