GP Ansor Kota Ternate Serukan Perdamaian Terkait Ketegangan Sosial di Halmahera Tengah

Editor: Admin

Musadat Ishak / Ketua GP Ansor Ternate

Ternate — Ketua GP Ansor Kota Ternate, Musadat Ishak, angkat suara terkait meningkatnya ketegangan sosial yang terjadi di Kabupaten Halmahera Tengah, tepatnya antara warga Banemo dan Desa Sibenpopo.

Dalam keterangannya, Musadat menegaskan bahwa situasi yang berpotensi memicu konflik horizontal harus segera diredam melalui pendekatan damai dan dialogis, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal fagogoru yang menjadi perekat sosial masyarakat Halmahera Tengah.

“Setiap persoalan harus diselesaikan dengan kepala dingin, melalui dialog dan semangat persaudaraan. Nilai fagogoru harus menjadi landasan utama dalam meredam potensi konflik,” ujar Musadat.

GP Ansor Kota Ternate juga mengimbau seluruh organisasi kepemudaan (OKP) serta elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif dan tidak terpancing oleh isu-isu yang dapat memperkeruh keadaan.

Selain itu, masyarakat diminta untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Ansor menekankan agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, termasuk hoaks, gambar, maupun rekaman kekerasan yang dapat memicu kemarahan publik dan memperburuk situasi di lapangan.

“Media sosial harus digunakan secara bertanggung jawab. Jangan sampai menjadi alat penyebaran provokasi yang justru memperparah keadaan,” tegasnya.

Lebih lanjut, GP Ansor Ternate menyoroti pentingnya peran keluarga, khususnya yang berada di luar wilayah konflik, untuk turut membantu meredakan ketegangan. Mereka diharapkan aktif menjalin komunikasi dengan kerabat di lokasi konflik guna memberikan ketenangan dan mendorong sikap menahan diri.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk menahan diri, mengedepankan komunikasi, dan menjaga persatuan. Ini tanggung jawab bersama demi keamanan dan kedamaian Maluku Utara,” tutup Musadat.**

Share:
Komentar

Berita Terkini