Muslimat NU Malut Perkuat Perlindungan Perempuan-Anak di Harlah ke-80

Editor: Admin
Foto istimewa 

Ternate — Ratusan pengurus dan kader Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Maluku Utara menghadiri Resepsi Harlah ke-80 Muslimat NU yang dirangkaikan dengan Halal Bi Halal 1447 Hijriah serta pelepasan 11 jemaah haji tahun 2026. Kegiatan berlangsung khidmat di Grand Ballroom Hotel Jati, Ternate, Minggu (5/4/2026).

Momentum delapan dekade pengabdian organisasi perempuan terbesar di bawah naungan NU ini turut dihadiri Wakil Gubernur Maluku Utara, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Maluku Utara, serta sejumlah tokoh lintas sektor. Kehadiran berbagai unsur tersebut menegaskan peran strategis Muslimat NU dalam pembangunan sosial-keagamaan di daerah.

Ketua PW Muslimat NU Maluku Utara, Dr. Rosita Alting, menegaskan bahwa peringatan Harlah ke-80 bukan sekadar seremonial, melainkan refleksi kebangkitan organisasi dalam memperkuat layanan keumatan hingga ke akar rumput.

“Ini bagian dari refleksi kebangkitan kita. Muslimat NU hadir memastikan program-program layanan keumatan dan kemasyarakatan benar-benar menyentuh masyarakat Maluku Utara,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Muslimat NU Maluku Utara menyoroti tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sebagai langkah konkret, organisasi ini akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan lembaga non-pemerintah guna menekan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Selain itu, Muslimat NU juga menyiapkan pelatihan bantuan hukum (paralegal) bagi kader agar mampu mendampingi korban kekerasan dengan pemahaman hukum yang memadai.

Di tengah derasnya arus digital, Muslimat NU juga memposisikan diri sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan keluarga. Dr. Rosita menekankan pentingnya peran ibu dalam memfilter dampak negatif media sosial terhadap anak-anak.

“Era digital hampir tanpa filter. Kami membekali ibu-ibu agar menjadi aktor preventif. Pengetahuan harus ditingkatkan agar media sosial tidak merusak masa depan generasi kita,” tegasnya.

Kegiatan ditutup dengan momen haru pelepasan 11 jemaah haji dari kader Muslimat NU. Pada kesempatan tersebut, juga dipaparkan keberhasilan pengelolaan ribuan Majelis Taklim di Maluku Utara yang kini bertransformasi menjadi wadah pendidikan nonformal produktif.

Melalui berbagai bidang, mulai dari PAUD hingga dakwah berkelanjutan, Muslimat NU Maluku Utara berkomitmen memperkuat peran perempuan sebagai motor penggerak keluarga, sekaligus pelindung perempuan dan anak di daerah. (Red/Aci)

Share:
Komentar

Berita Terkini